Beranda News Tiga Tahun Proyek Mesin Pengering Kayu 1,2 Miliar di Muna Belum Tuntas,...

Tiga Tahun Proyek Mesin Pengering Kayu 1,2 Miliar di Muna Belum Tuntas, Ini ”Domain” Penegak Hukum

1216
0
La Irwan Anggota Komisi I dari Partai Hanura, Foto : La Ode Alim

Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Proyek mesin pengering kayu yang berlokasi di Desa bangunsari Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna senilai 1,2 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus APBD Muna 2017 sudah memasuki tiga tahun lamanya, belum juga tuntas dan belum bisa dinikmati pengrajin kayu serta masyarakat.

Bahkan saat ini membuat geram salah satu anggota DPRD Kabupaten Muna dari fraksi Partai Hanura La Irwan, Dia menyatakan bahwa ini harusnya sudah masuk ranah penegakan hukum sebab prokyek mesin pengering kayu sudah memasuki tiga tahun pengerjaan belum selesai.

“Dalam rapat gabungan komisi ada satu klausal rekomendasi untuk proyek mesin pengering kayu yaitu memberikan waktu untuk pihak ketiga menuntaskan dan mengadakan barang yang belum ada selama satu bulan, tapi sampai saat ini mesinnya belum berfungsi dan belum lengkap alatnya,” kata Irwan yang juga Sekertaris rapat gabungan fraksi laporan pertanggung jawaban APBD 2017 kala itu, senin (19 Agustus 2019) digedung komisi DPRD Muna.

Dia menambahkan, yang tiba dilokasi pembangunan proyek, hanya box box yang tidak memiliki mesin.

“Ini harus menjadi perhatian khusus bagi penegak hukum khususnya, supaya sebisa mungkin untuk ditindaklanjuti, Sehingga polemik terhadap proyek mesin pengering kayu di Desa bangunsari sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Menurut Irwan anggota komisi I, Penelusuran ini harus komperhensif dilakukan oleh penegak hukum, bila ada kerugian keuangan negara maka harus diproses sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

Irwan yang pada waktu itu menjadi Sekertaris gabungan komisi, sudah mengingatkan pemerintah daerah khususnya Disperindag Muna untuk segera mengadakan barang tersebut guna menyelesaikan pekerjaan yang menggunakan APBD Muna yang bersumber dari DAK 2017. Proyek ini senilai 1,2 miliar, tim pemeriksa pekerjaan proyek terlalu berani memproses ini dengan progres 100 persen, sementara dalam proses perjalanannya, proyek belum selesai dikerjakan.

Mesin pengering kayu belum sampai dilokasi, namun setelah saya komunikasi dengan Plt. Kadis Perindag Muna La Taha, senin (19/8) menyatakan bahwa mesin pengering itu ada disimpan dikantornya. Untuk apa mesin itu disimpan dikantor, tidak ada asas manfaatnya bagi pengusaha pengrajin kayu atau masyarakat yang ada di Desa bangunsari, bahkan perencanaannya pun gagal, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim