Beranda lipsus Rektor Untad : Pemberhentian Guru Labschool Sudah Sesuai Prosedur

Rektor Untad : Pemberhentian Guru Labschool Sudah Sesuai Prosedur

26
0
Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP (foto/Radar Sulteng/Ist)

Palu,Portalsulawesi.com- Polemik pemberhentian Enam orang Guru yang mengajar di SMA Labschool Untad masih terus bergulir,bahkan pihak yang tidak menerima putusan itu kabarnya melayangkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut,Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP menanggapi dengan memberikan klarifikasi terkait pemberhentian ke enam tenaga pengajar tersebut.

Menurut Mahfud,Prosedur yang diterapkan sebelum ke enam guru tersebut diberhentikan,pihak Untad telah melakukan serangkaian Kajian dan evaluasi terhadap kinerja semua tenaga baik itu yang mengajar,dosen bahkan tenaga keamanan.

” Setiap tahun Untad melakukan evaluasi kinerja bagi seluruh staf honorer baik dosen maupun tenaga kependidikan termasuk guru Labschool karena Labschool merupakan unit usaha Untad sebagai perguruan tinggi BLU. Evaluasi yang dilakukan berbasis kinerja” Jelas Mahfud.

Kemudian menurutnya,dari hasil evaluasi terhadap kinerja guru selama setahun yang dilakukan oleh kepala sekolah, enam guru ini mendapat score kategori kurang atau rendah. Adapun indikator penilaiannya mencakup orientasi pelayanan, integritas,kedisiplinan dan kerjasama.

Sehingga Pemberhentian ke enam guru tersebut atas dasar penilaian tersebut dan melalui proses usulan ketua pusat pengembangan Usaha (PPU).

“Jadi saya selaku Rektor mendapat usulan tersebut maka saya tindaklanjuti dengan membuat surat keputusan” Ungkapnya.

Surat Keputusan yang ditandatanganinya telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sebelumnya,puluhan Siswa Labschool memggelar aksi unjuk rasa di halaman rektorat kamis pagi (12/3/2020)Silam.

Para siswa menganggap pemberhentian ke enam Guru mereka adalah sehuat tindakan diskriminatif dan bernuansa SARA.

Sementara itu, 6 guru ada 2 diantaranya muslim.” Jadi tidak benar pemberhentian tersebut tanpa dasar dan ada tendesi SARA seperti yang diberitakan”tegas Rektor.

Selain 6 guru yang diberhentikan, pihak Untad juga membebas tugaskan staf tenaga kependidikan dan dosen honorer termasuk security ,kesemuanya diberhentikan karena hasil evaluasinya rendah.

Selaku Rektor Untad ,Mahfud berharap
Para siswa tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memprovokasi siswa untuk melakukan protes terhadap keputusan tersebut dan memperpanjang masalah ini.***

Penulis : Heru