Beranda News hukum kriminal Proyek Irigasi Meko Diduga Gagal Konstruksi,Puluhan Hektar Sawah Gagal Kelola

Proyek Irigasi Meko Diduga Gagal Konstruksi,Puluhan Hektar Sawah Gagal Kelola

133
0

Poso,Portalsulawesi.com-Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Lanjutan Di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso diduga gagal Konstruksi,pasalnya Proyek yang dikerjakan pada rahun 2019 silam tidak bisa dimanfaatkan petani disekitar Jaringan irigasi tersebut dibangun.

Setidaknya ada 65 orang warga Desa Meko pemilik lahan disekitar pembangunan Jaringan Irigasi Meko area Ampu’Ampu menandatangani pernyataan sikap untuk meminta Pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III bertanggungjawab atas gagalnya tanaman padi warga selama tiga musim tanam berturut-turut.

Dipimpin Kepala Desa Meko,I Gede Suka Artana dan Kepala BPD,Markus Paiya,puluhan warga desa Meko yang merasa dirugikan akibat amboradulnya proyek irigasi tersebut sepakat melayangkan surat protes terhadap pelaksanaan pembangunan Jaringan Irigasi (lanjutan) D.I Meko Area Ampu-Ampu tahun 2019,dibalai Desa Meko ,pada senin (02/03/2020)silam.

Ada empat poin yang direkomendasikan warga untuk diketahui pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III selaku Instansi Tehnis yang bertanggung jawab atas gagalnya tata kelola air di saluran irigasi D.I Ampu Ampu di Desa Meko tersebut.

Poin pertama,pada prinsipnya masyarakat Desa Mejo tidak menolak adanya pembangunan jaringan irigasi yang melintasi desa.

Poin kedua,Masyarakat Meko menilai pembangunan Jaringan Irigasi yang dikerjakan PT Sambulugana tahun 2019 di Desa Meko tidak mempunyai asas manfaat bagi petani Sawah,dikarenakan Jaringan irigasi yang dibangun lebih rendah 60-70 cm dibawah permukaan sawah.

Akibatnya,Petani yang memiliki lahan yang dilintasi jaringan irigasi tersebut tidak bisa mengolah tanah garapannya selama tiga masa panen,keluhan ini dimasukkan dalam poin ke tiga surat protes tersebut.

Pantauan media ini ,konstruksi Jaringan irigasi di Desa Meko tahun 2019 memang terlihat “tenggelam” diantara hamparan luas tanah sawah warga,bahkan saat hujan turun,ketinggian air dalam saluran Irigasi terlihat lebih rendah dari dasar tanah sawah warga.

Atas kenyataan tersebut,Masyarakat Meko sepakat meminta pihak BWSS III khususnya satuan kerja yang bertanggung Jawab dalam proyek tersebut untuk dapat mengevaluasi dan meninjau kembali hasil pekerjaan Kontraktor dibawah bendera PT Sambulugana.

Permintaan warga tersebut menjadi poin pokok ķe empat dalam surat yang ditanda tangani warga secara bersama sama tersebut.

Proyek pekerjaan Jaringan Irigasi (Lanjutan) D.I Meko di Ampu-Ampu dikerjakan oleh PT Sambulugana dengan Anggaran Rp.6.869.240.000,Proyek ini dibawah tanggung jawab Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Satuan Non Vertika Terbatas (PJPA SNVT) Balai Wilayah Sungai Sulawesi III pimpinan Radia Zulfikar dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Budi R.Sudiarsyah ST.****

Penulis :Marten Kartopare/ TIM