Beranda leisure kesehatan Prosesi Pemakaman Bupati Morowali Utara di Gowa Pakai SOP Virus Covid-19

Prosesi Pemakaman Bupati Morowali Utara di Gowa Pakai SOP Virus Covid-19

1167
0
Mobil Ambulance dan satgas medis covid 19 Makassar membawa jenazah Atripel Tumimomor ,Bupati Morut untuk dikebumikan di kompleks pemakaman pegawai pemda prop.sulsel diGowa,Makassar ,Jumad(03/04/2020). Foto:Np/ist

Palu, Portalsulawesi.com– Meninggalnya Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah Aptripel Tumimomor saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo menyisakan duka yang mendalam bagi Masyarakat Morowali Utara khususnya Keluarga Besar Almarhum.

Rasa duka Masyarakat Morowali Utara bertambah takkala mendapat kabar Jenazah Almarhum Atripel langsung dimakamkan dikompleks Pemakaman Pegawai Pemda Sulsel di Gowa,Makassar ,Jumad (03/04/2020) pagi.

Jenazah Orang Nomor Satu di Bumi Witamori ini dimakamkan dengan SOP virus Corona (COVID-19) ,Almarhum sebelum meninggal dunia sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Terkait hal tersebut telah terkonfirmasi kebenarannya oleh pihak Pemerintah Daerah Sulteng saat dikonformasi pada Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 08.16 WITA.

“Benar atas permintaan keluarga, jenazah almarhum Bupati Morut Aptripel Tumimomo dimakamkam di pekuburan Gowa dengan SOP standar penguburan Covid 19, pagi tadi”Kata Jubir COVID-19 Sulteng Haris Karimin melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, Pemda Sulteng menyampaikan berita duka bahwa bapak Bupati Morut Aptripel Tumimomor, telah meninggal dunia di Rumah Sakit WAHIDIN Makassar, hari kamis 2 April 2020, sekitar jam 22.30 Wita.

Dalam catatan medisnya, Bupati Aptripel Tumimimor sebelumnya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Hospital Makassar, Sulawesi Selatan. Almarhum diketahui menderita udem paru akut, menyusul serangan demam dengue empat hari sebelumnya.

Diagnosis laboratorium itu dikemukakan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Morowali Utara, dr Daniel Winarto MBiomed SpPD, dalam konferensi pers di RSUD Kolonodale, Kamis (2/4/2020).

Pada konferensi pers itu dihadiri Sekretaris Kabupaten Morowali Utara Ir Musda Guntur MM, Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Dr Delnan Lauende MKes, serta Direktur RSUD Kolonodale dr I Made Pujawan MKes.

Daniel mengatakan hasil tes laboratorium terkait demam dangue diketahui Jumat (27/3/2020). Berselang empat hari kemudian, pada Selasa (31/4/2020), Aptripel dinyatakan mengidap udem paru akut atau penumpukan cairan di organ tersebut.

“Awalnya Bupati menderita demam dangue. Namun sakit beliau bertambah akibat penumpukan cairan di paru-paru. Saat itu beliau memilih tidak diopname di rumah sakit,” jelasnya.

Tak sampai disitu, dokter ahli penyakit dalam itu juga melakukan rapid tes untuk mengetahui paparan Covid-19 terhadap Aptripel, namun hasilnya menunjukan indikator negatif.

“Rapid tes menujukan negatif. Artinya sakit Bupati tidak terkait Covid-19,” imbuh Daniel.

Aptripel yang masih bertahan di rumah dinas selanjutnya diberikan terapi obat-obatan dan oxygen. Proses itu dipantau langsung oleh Daniel.

Dokter Daniel adalah jubir Satgas Covid-19 diwilayah Kabupaten Morowali Utara.

Sehari kemudian, Rabu (1/4/2020), kondisi Aptripel memburuk sebelum dilarikan ke RSUD Kolonodale. Namun karena hal tehnis, Aptripel kemudian dirujuk ke rumah sakit Siloam Makassar.

“Rabu pagi, cairan di paru-paru Bupati bertambah banyak atau menempati ¾ paru kiri dan kanan. Bupati selanjutnya dirujuk ke Makassar sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.***

Penulis : Rudini
Editor. : Heru