Beranda leisure kesehatan Positif Terpapar Covid-19,Pasien Asal RS Anutapura Palu Melarikan Diri

Positif Terpapar Covid-19,Pasien Asal RS Anutapura Palu Melarikan Diri

64
0
Plt.Direktur Rumah Sakit Anutapura Palu,drg.Herry Mulyadi

Palu,Portalsulawesi.com- Pasien dalam perawatan (PDP) asal Kabupaten Takalar Propinsi Sulawesi Selatan yang telah terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona diduga melarikan diri dari rumah sakit Anutapura Palu,pasien atas nama Syahril tersebut meninggalkan ruang isolasi sejak jumad pagi (19/06/2020).

Hal ini diungkapkan Plt.Direktur RS Anutapura Palu,drg.Herry Mulyadi di Posko Induk Penanganan Covid-19 Kota Palu,menurutnya pasien tersebut terpantau CCTV rumah sakit meninggalkan ruang isolasi pada jumad pagi.

“Pasien tersebut atas nama syahril dari kabupaten Takalar ,Sulawesi Selatan dan bekerja di proyek renovasi masjid Agung Palu,dirawat sejak tanggal 14 Juni 2020 ” jelas drg.Herry Mulyadi dalam Press Conference Update data Covid-19 dikota Palu,Jum’at malam (19/06/2020).

Menurut drg.Herry Mulyadi,sejak masuk ruang isolasi di RS Anutapura Palu ,Syahril selalu mengeluh ingin segera pulang ke kampung halamannya di Takalar atau meminta dirawat di Makassar,pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini beralasan karena saat ini istrinya dalam kondisi mau melahirkan.

Selaku Plt.Dirut RS.Anutapura ,drg.Herry Mulyadi meminta Syahril untuk balik kembali ke RS.Anutapura secara suka rela untuk dilakukan perawatan lanjutan hingga sembuh.”saya meminta tolong agar saudara syahril dapat kembali kerumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan hingga sembuh” himbaunya.

Plt.Direktur Rs.Anutapura ini juga menghimbau kepada masyarakat kota Palu yang melihat pasien atas nama Syahril yang diduga melarikan diri dari rumah sakit agar melaporkan ke aparat terdekat atau kepada Satgas Covid Kota Palu.

“Mohon warga Kota Palu waspada dan membantu pemerintah dengan memberitahukan keberadaan yang bersangkutan agar tidak menjadi transmisi penyebaran virus Covid dikota Palu,tolong laporkan ke Satgas Covid-19 Kota Palu atau aparat pemerintahan atau aparat keamanan setempat jika mengetahui keberadaan pasien tersebut” tegasnya.***

Penulis : Heru