Beranda nasional Pidato Mendikbud di Peringatan Hari Guru dan PGRI 2019 yang Dibacakan Bupati...

Pidato Mendikbud di Peringatan Hari Guru dan PGRI 2019 yang Dibacakan Bupati Buteng

641
0
Bupati Buteng Samahuddin dikantornya saat memimpin upacara hari guru dan Hari ULTAH PGRI 2019, senin (25 November 2019), Foto : Haridin

Sultra-Buteng, Portalsulawesi.com- Peringatan hari guru nasional dan ulang tahun Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di wilayah kabupaten Buton Tengah (Buteng), Pemda Buteng merayakan dengan upacara bendera bertemakan ‘guru penggerak indonesia maju’, senin (25 November 2019).

Upacara yang berlangsung di halaman kantor Bupati Buteng, di hadiri oleh hampir semua guru yang ada di kabupaten Buteng, jajaran lingkup pemerintahan, dan sebahagian siswa siswi yang bertugas menjadi paduan suara.

Upacara yang dipimpin langsung Bupati Buteng Samahuddin bertugas sebagai pembina upacara membacakan pidato Mentri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) republik Indonesia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, Shalom, om swastiastu, Namo budaya, rahayu, selamat pagi dan salam kebajikan buat kita semua.

Bapak dan ibu guru yang saya hormati, biasanya tradisi hari guru dipenuhi dengan kata inspiratif dan retorika, mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya, sedikit berbeda, saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Guru indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang tertulis sekaligus yang tersulit, ditugasi membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan pertolongan, anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat di ukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena di desak berbagai pemangku kepentingan.

anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan, anda frustasi karena Anda tahu bahwa dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan keberhasilan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi, anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji janji kosong kepada anda, perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidak nyamanan, satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar Indonesia.

Namun perubahan tidak dapat dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru, jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah,
ambilah langkah pertama, besok, dimanapun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mengajar, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, tawarkan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan.

Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru.

#merdekabelajar#guru penggerak

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, Om Shanti Shanti Om, Namo buddhaya, Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.

Laporan : Haridin