Beranda News hukum kriminal Kasus Wakil Bupati Butur Masih di Tangani Polres Muna, Polda Sultra Back...

Kasus Wakil Bupati Butur Masih di Tangani Polres Muna, Polda Sultra Back Up

194
0
BERBAGI
Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho di ruang kerjanya, Foto : La Ode Alim


Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Kasus persetubuhan anak yang diduga dilakukan oleh tersangka pejabat Wakil Bupati Buton Utara inisial R, masih ditangani Polres Muna dan di back up Polda Sultra.

Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho mengatakan, Saya memiliki tanggung jawab di Polres, saya tidak ada beban, sebab dalam memutuskan tersangka Wakil Bupati Butur R berdasarkan gelar perkara.

“Kalau ada yang menyalahkan terhadap gelar yang dilakukan Polres, silahkan, kalau tersangka oknum yang sudah dilakukan gelar, tidak melakukan kesalahan, kan ada proses yang harus dilalui,” kata Debby kepada Portalsulawesi.com diruang kerjanya, senin (20/1/2020).

Dia melanjutkan, kita sudah koordinasi dengan kejaksaan, Jaksa penuntut umum menyatakan, ada korban, perantara dan penggunanya siapa, disitulah petunjuknya, maka itu kita gelar perkara. Secara aklamasi gelar berlangsung dan hasilnya, bisa ditingkatkan menjadi tersangka.

“Kasus wakil Bupati Butur masih ditangani Polres Muna dan Polda Sultra mengback up. Kenapa demikian, disebabkan oleh Polres dan pejabat Butur, Bupati atau wakil bupati memiliki level yang sama, makanya perlu satu tingkat yang memback up yaitu Polda,” ungkap orang nomor satu di Polres Muna.

Dia menuturkan, Jadi bukan diambil alih, Sprinnya penyidik Polres dan penyidik Polda dijadikan satu, laporan polisinya cuman satu, berkasnya dua.

Tinggal dimonitor saja, tanggal 20 sampai 24 januari 2020, kita akan lakukan serah terima untuk kasus mucikari. Namun untuk oknum wakil Bupati karena di back up Polda, maka ia akan diperiksa Polda dan untuk saksi saksi bisa diperiksa penyidik Polres Muna, jelasnya.

Walau demikian, kasusnya tetap satu, karena lokusnya masih dalam kewenangan Polres Muna (sebelum ada Polres Butur) dan sidangnya di pengadilan Raha karena Butur belum memiliki pengadilan, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim