Beranda News hukum kriminal Dugaan Korupsi DD Desa Lagasa Dan Karo Bakal Digelar Tipikor Polres Muna

Dugaan Korupsi DD Desa Lagasa Dan Karo Bakal Digelar Tipikor Polres Muna

1340
0
BERBAGI
Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho diruang kerjanya, Foto : La Ode Alim


Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Desa Lagasa dan Desa Karo Kabupaten Muna, bakal gelar perkara dalam waktu dekat yang dilakukan Unit Tipikor Polres Muna.

Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kanit Tipikor Polres Muna AIPTU Markus mengatakan penyidik menduga kuat ada kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi DD Desa lagasa dan desa Karo.

“Temuan yang didapat berdasarkan laporan, berdasarkan temuan pemeriksaan dilapangan, berdasarkan hasil pemeriksaan ahli, keterangan dari Inspektorat, dari itu semua, ada indikasi tindak pidana korupsi,” kata Markus kepada Portalsulawesi.com diruang kerjanya, senin (20/1/2020).

Dia melanjutkan, Kita belum berani menyebutkan nilai taksiran kerugian keuangan negara, kita masih menunggu dari dokumen yang dikeluarkan inspektorat.

Terhambatnya hasil audit dari Inspektorat, akibat dari laporan desa laga tidak disetorkan untuk tahun 2018 sementara 2017 sudah, sehingga terkendala disitu, tuturnya.

Dia menjelaskan, Inspektorat hanya memberikan ke kita audit reguler saja, sementara audit investigasi belum diserahkan, sebab itu terperinci setiap item, yang mana diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

“Hasilnya nanti kita akan padukan antara audit dari Inspektorat dan hasil temuan pihak kami, seterusnya kita akan bersurat untuk dilakukan perhitungan nilai kerugian keuangan negara, namun itu dilakukan setelah sudah dinaikan kasusnya ke tahap penyidikan,” ungkapnya.

“Untuk menghitung nilai kerugian keuangan negara bisa menggunakan tim audit inspektorat maupun dari pihak BPKP,” katanya.

Dia menyatakan, sementara untuk desa karo, terkait kasus penggelapan DD tahap satu 2019, dimana ada dana pekerjaan yang sudah dicairkan guna melaksanakan item pekerjaan di desa karo, namun tidak disalurkan.

Kedua kasus desa itu, kita belum menentukan siapa pelakunya, nanti setelah dinaikan ketahap penyidikan baru kita akan umumkan siapa tersangkanya, tunggu saja, kita akan gelar perkaranya, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim