Beranda News hukum kriminal Minta Keringanan Hukuman,Terdakwa Jembatan Torate Berlutut Depan Jaksa

Minta Keringanan Hukuman,Terdakwa Jembatan Torate Berlutut Depan Jaksa

18
0

Palu,Portalsulawesi.com – Salah Seorang terdakwa kasus korupsi pembangunan Jembatan Torate CS,Sherly Assa berlutut didepan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Palu usai menjalani sidang pembelaan (Pledoi) dipengadilan Negeri Tipikor Palu,Kamis (19 /03/2020).

Dengan suara serak dan meneteskan airmata,Sherly Assa memohon keringanan hukuman kepada Majelis Hakim atas tuntutan Jaksa atas perbuatanya yakni 6 Tahun Penjara,tuntutan Jaksa menurutnya sangat berat dihadapinya mengingat kondisinya seorang diri yang harus menghidupi anaknya yang masih sekolah pasca Kristian,sang mantan suami masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus yang sama.

“Saya mohon dibantu Pak Samuel , saya disini cuma korban mantan suami (Kristian) sebab tidak tahu apa-apa lagi,” pinta Sherly sambil bersujud dikaki Samuel,JPU.

Didalam persidangan, Sherly Assa, mengajukan pembelaan secara lisan dihadapan Majelis Hakim Tipikor Palu meminta dirinya dibebaskan dari tuntutan sebab diakui sekadar korban dari perkara korupsi Torate Cs ini.

Bahkan, perempuan memakai kemeja putih dan berkedurung itu jatuh tersungkur dilantai bercucuran air mata, dan sedikit histeris meminta Jaksa melepaskan tuntutan pidana 6 tahun penjara yang begitu berat dihadapinya. Setelah mantan suaminya, Kristian,pergi meninggalkan dirinya dan kini menjadi buronan Daftar Pencairan Orang (DPO) dengan kasus sama yakni Korupsi Jembatan Torate Cs.

Selain itu, Sherly meminta Majelis Hakim Ketua, Ernawati Anwar SH MH, untuk mempertimbangkan keputusannya nanti mengingat saat ini dirinya seorang janda ditinggal lari oleh mantan suaminya yang meninggalkan seorang anak yang masih sekolah.

“Saya meminta yang mulia Majelis Hakim (Ernawati) tolong dipertimbangkan kembali, sebab saya punya anak yang masih sekolah butuh dibiayai hingga selesai, tolong diringankan hukumannya yang mulia,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Majelis Hakim Ketua, Ernawati Anwar, memerintah panitera yang bertugas segera mencatat pembelaan secara lisan terdakwa Sherly Assa untuk dijadikan bahan pertimbangan nanti.

“Oh Ibu Sherly meminta diringankan dari tuntutan ya, berarti bukan meminta dibebaskan, pasti kita akan  sebelum sidang putusan pada 2 April 2020 nanti,” tegasnya.

Walau Terdakwa Sherly berurai air mata bermohon,Jaksa Penuntut Umum , Samuel, menanggapi pembelaan dipersidangan itu menyampaikan tetap pada tuntutan penuntut umum dan tidak berubah.****

Penulis : Tas/Cimank