Beranda lipsus Kebelet Maju Pilkada 2020,Dua Pejabat Utama Pemprov Sulteng Diperiksa Bawaslu

Kebelet Maju Pilkada 2020,Dua Pejabat Utama Pemprov Sulteng Diperiksa Bawaslu

744
0
DR.Ir.Bartholomeus Tandigala,CES dan DR.Ir.H.Hasanuddin Atjo,MP
DR.Ir.Bartholomeus Tandigala,CES dan DR.Ir.H.Hasanuddin Atjo,MP

Palu,Portalsulawesi.com- Dua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Propinsi Sulawesi Tengah terpaksa berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah terkait dugaan pelanggaran Netralitas ASN dalam Pemilu.

Kedua Kepala OPD tersebut adalah DR.Ir.Bartholomeus Tandigala,CES selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng bersama DR.Ir.H.Hasanuddin Atjo,MP selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Sulteng.

Keduanya diperiksa Bawaslu Sulteng ,Rabu Sore (08/01/2020) terkait dugaan pelanggaran undang-undang aparatur sipil Negara (ASN) terkait netralitas dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada),

Kedua Pejabat Utama tersebut saat ini masih aktiv selaku Aparatur Sipil Negara (ASN),akan tetapi keduanya secara terang terangan telah menyatakan diri siap maju Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 2020-2025.

Kedua Pejabat Utama Pemrov Sulteng ini “Kebelet” untuk maju berkompetisi pada Pilkada 2020 terpaksa harus berurusan dengan Bawaslu Sulteng dikarenakan beberapa pelanggaran serius terkait Pilkada.

Barthonius,diperiksa terkait banyaknya Baliho yang menyatakan dirinya siap maju di Pilkada Sulteng 2020 sebagai Wakil Gubernur,sedangkan Hasanuddin Atjo telah resmi mendaftar ke Parpol  PDI-Perjuangan untuk maju 2020 selaku Calon Gubernur Sulteng mendatang.

Hal yang sama juga dilakukan Bartholomeus ,dirinya mengakui telah mendaftar ke sejumlah Partai Politik untuk kepentingan Pilkada 2020 ini.

Dikutip dari deadlinenews.com ,Bhartolomeus mengaku merasa bodoh atas apa yang telah dia lakukan terkait Manuver Politiknya, “Memang betul bahwa status saya masih ASN aktif di BPBD Sulteng dan mendaftar ke sejumlah partai politik untuk mengikuti cawagub Sulteng 2020 dan dari temuan Bawaslu terkait terpasangnya baliho di sejumlah kabupaten dan 1 kota di Sulteng, itu tidak pernah saya mengeluarkan pembiayaan hal tersebut. Namun apa yang ditemukan oleh Bawaslu serta aturan dugaan netralitas ASN itu benar, saya yang bodoh,” kata Bartholomeus Tandigala kepada wartawan di halaman Kantor Bawaslu Sulteng, Jl Sungai Moutong, Palu.

Kepala BPBD Sulteng ini mengaku belum membentuk tim pemenangan ataupun relawan. Namun demikian dia mengakui yang melakukan hal tersebut adalah keluarga maupun kerabatnya yang nantinya akan mendukung ikut dalam pesta demokrasi nanti.

Sedangkan Hasanuddin Atjo,Kepala Bappeda Sulteng ini bersikukuh bahwa keterlibatan dirinya ke Partai Politik adalah bentuk penggunaan Hak Politiknya selaku Warga Negara ,

“Saya mendaftar cagub Sulteng atas nama pribadi dan itu hak WNI. Saya tidak mendaftar sebagai Kepala Bappeda,” kata Hasanudin Atjo saat masuk ke dalam ruangan pemeriksaan Bawaslu sekitar pukul 16.30 Wita.

Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen mengatakan bahwa hasil penelusuran setelah menemukan informasi awal dari klarifikasi yang dilakukan oleh Komisi ASN. Ditemukan bahwa Hasanudin Atjo telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur ke PDIP.

“Kita minta keterangan klarifikasi Hasanudin Atjo, yang akan dilanjutkan dengan penindakan pelanggaran. Saksi-saksi akan diperiksa besok, kita mengumpulkan bukti dan kajian yang hasilnya akan disampaikan komisi ASN di pusat,” kata Ruslan. ***

***Disadur dari Berbagai Sumber

Ditulis Kembali : Redaktur /HR