Beranda leisure kesehatan Gubernur Sulteng: Paramedis adalah Pahlawan Kesehatan Melawan Covid-19

Gubernur Sulteng: Paramedis adalah Pahlawan Kesehatan Melawan Covid-19

22
0
Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si foto bersama para perawat dan Dokter di RS Undata Palu Usai memberikan Motivasi dan Arahan terkait kesiapan tenaga medis di Sulteng mengahadapi pandemi Virus Corona (Foto:Humaspro Pemprov Sulteng)

Palu,Portalsulawesi.com- Dalam rangka mendukung langkah pemerintah untuk mengantisipasi Pandemi Virus Corona ,Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si memberi arahan sekaligus motivasi kepada puluhan perawat dan dokter RS Undata ,Senin (23/3), di RS Undata.

Tampak hadir mendampingi gubernur, Kadis Kesehatan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Direktur RSUD Undata dr. I Komang Adi Sujendra dan Karo Humas Protokol Drs. Moh. Haris.

Mengawali arahan, gubernur mengucapkan terima kasih kepada paramedis undata yang selalu siap 1 x 24 jam sebagai ujung tombak menghadapi corona sesuai sumpah profesinya.

“Dalam rangka sumpah itu maka tugas-tugas kemanusiaan saudara harus dilaksanakan dengan tanggungjawab dan semangat,” ujarnya mengingatkan.

Olehnya, gubernur lalu menyerahkan bantuan suplemen berupa makanan, susu dan vitamin untuk menjaga stamina dan imunitas tubuh paramedis undata.

Bahkan kepada petugas kesehatan yang menangani corona, gubernur memastikan ada insentif khusus yang akan diterima.

“Saya harap kalian betul-betul jadi ujung tombak pelayanan terhadap kesembuhan pasien,” dorong gubernur menyemangati.

Meski di Sulteng belum terdeteksi pasien positif corona tapi gubernur tidak mau kecolongan.

Karenanya Ia telah memperketat pengawasan di jalur-jalur masuk keluar Sulteng, serta mendirikan posko pemeriksaan kesehatan di pelabuhan, bandara dan terminal.

Sebelumnya pada rapat kesiapan penanganan penularan virus covid 19 pada hari sabtu tanggal 21 maret di kantor Dinas kesehatan Gubernur sudah menetapkan dan  juga meminta Kepala BPSDM menyiagakan kamar-kamar di gedung diklat provinsi untuk membackup jika daya tampung rumah sakit tidak cukup.

Begitu pula gedung LPMP, Bapelkes dan asrama haji ikut diminta gubernur sehingga total kamar yang siap saat ini mencapai 333.

Terkait kekurangan APD (Alat Pelindung Diri) yang dibutuhkan paramedis maka disiasati dengan membuat mandiri perlengkapan protektif itu.

Untuk tahap awal kata gubernur dibuat 500 APD bekerjasama dengan SMK 1 dan SMK 5.

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan maka gubernur telah meminta kadis membuka lowongan sukarelawan yang kini pendaftarnya sudah mencapai 48 orang.

“Mari kita sama-sama punya itikad memerangi covid dan menyelamatkan yang sudah terjangkit,” pungkas gubernur.***

Sumber : Humas Pro Pemprov Sulteng