Beranda leisure kesehatan Dirut RSUD Muna Tak Jadi Mundur, Surat Sebagai Kekesalan, Ini Situasinya

Dirut RSUD Muna Tak Jadi Mundur, Surat Sebagai Kekesalan, Ini Situasinya

879
0
Kepala bagian protokoler dan komunikasi pimpinan, sekertariat daerah kabupaten muna Ali Syadikin, foto : istimewah

Sultra-Muna, Portalsulawesi.com Direktu Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Kabupaten Muna Dr. Muhammad Marlin tidak jadi mengundurkan diri, surat pengunduran diri yang dibuat bisa dibilang sebagai kekesalan.

Ini disampaikan oleh Kepala bagian protokoler dan komunikasi pimpinan, sekertariat daerah kabupaten muna Ali Syadikin, setelah mendapat informasi dari Bupati Muna dan Sekertaris Daerah.

“Pemda Muna melalui Bupati Muna LM Rusman Emba sudah menghubungi dokter Marlin, lalu, Bupati menghubungi saya, dan memberitahukan bahwa dokter marlin tidak mengundurkan diri,” kata Ali kepada Portalsulawesi.com melalui sambungan telpon genggamnya, sabtu (28/3/2020).

Dia melanjutkan, Marlin membuat surat pengunduran diri itu, sebagai teguran moral, buat kawan kawannya dirumah sakit, bahwa seakan akan Marlin lemah, pada hal sudah bekerja luar biasa. Marlin menginginkan supaya ada kekompakan di internal tenaga medis.

Ini persoalan Alat Pelindung Diri (APD) dan internal tenaga medis, Ali menyatakan, persoalan APD, barangnya akan tiba satu atau dua hari ini, masalah yang kedua Marlin menginginkan ada kekompakan diinternal tenaga medis, sehingga ada niatan ingin mengundurkan diri.

“Pemda hanya mendengar ini di media publik, belum mendapatkan surat pengunduran diri,” ungkapnya.

Dia membeberkan, Selain masalah APD, juga diucapkan Marlin masalah kesejateraan tenaga medis, harus ada insentif dalam menangani Covid-19. Tapi Pemda menginginkan adanya kinerja terlebih dahulu dalam penanganan Covid 19.

Kita tidak tahu juga diinternal mereka, jangan sampai ada kepanikan atau tekanan saat ini, Mantan Sekertaris DLH Ali berharap, para tenaga medis jangan ada memunculkan kepanikan, karena kalau tenaga medis panik, bagaimana dengan masyarakat luas yang tidak mengerti medis.

Pemda menyarankan, mari bersama kita perangi Covid-19 atau virus corona, bukan saatnya saling menyalahkan, semua yang berkompeten menangangi wabah ini harus saling mendukung, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim