Beranda News hukum kriminal Diperkosa & Dirampok, 4 Orang Gadis Belia ini Jadi Trauma

Diperkosa & Dirampok, 4 Orang Gadis Belia ini Jadi Trauma

883
0

Polres Palu merilis pelaku dan barang bukti kasus pemerkosaan, terhadap gadis yang masih dibawah umur (dibawah 17 tahun-red) yang terjadi di sebuah indekos di Jalan Puro Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.(F-nila)

PALU, Portalsulawesi.com – Lagi-lagi pemerkosaan terhadap anak dibawah usia yang bermodus perampokan dan ini dilakukan pada siang hari yang terjadi pada Jumat (22/6/2018). Tapi sebelum dirampok, Korban diminta oleh pelaku untuk melayani nafsu bejatnya dan aksi itu dilakukan oleh pelaku didepan ketiga orang kawan korban yang sama-sama ngekost di TKP. Sungguh naas nasib korban sebagai anak kost, yang kini tinggal meratapi nasibnya dan tak sanggup untuk berkata-kata lagi.
Selain korban perkosaan, ketiga orang kawan korban juga mengalami tekanan jiwa karena trauma melihat kejadian seorang kawannya diperkosa dihadapan mereka. Namun sebelumnya ketiganya juga sempat diancam dengan sebilah samurai lalu kemudian diikat hingga ketiganyapun tak berdaya untuk melakukan perlawanan. “Dalam keadaan tak berdaya, ketiganya hanya bisa diam membisu sembari menyaksikan seorang kawannya diperkosa oleh pelaku,” kata Kepala Kepolisian Resor Palu AKBP Mujianto, S.I.K yang disampaikan melalui Kasat Reskrim Polres Palu, AKP.K.S Holmes Saragi,S.I.K didampingi Paur Subbag Humas Aipda I Kadek Aruna saat merilis data kasus pemerkosaan yang menimpa seorang gadis yang masih dibawah usia. Press release dilakukan Kamis (28/6/2018), di depan ruang Reskrim Polres Palu.
AKP Holmes Saragi menyebutkan para korban kasus pemerkosaan ini ada 4 orang dan keempatnya rata-rata gadis yang masih dibawah umur. Para korban berinisial NS, AF, PD dan MD. Sementara pelakunya ber inisial S, warga Palolo Kabupaten Sigi dan penadah barang hasil curian berinisila H. Karena setelah memperkosa, si pelaku mencuri beberapa barang milik para korban termasuk mencuri 1 unit sepeda motor Scoopy milik salah seorang korban.
Untuk kronologis kejadiannya, ungkap AKP Holmes, sebelum melakukan aksinya, si tersangka datang sendiri ke rumah kost korban dengan tujuan untuk menggambarkan TKP-nya. Dan alasannya mendatangi tempat kost korban, si pelaku mengaku mau mencari kamar kost. Dia mendatangi tempat kost si korban dan sempat berkomunikasi dengan korban dan ketiga orang teman-teman korban pemerkosaan. Bahkan si pelaku mengaku satu marga dengan korban karena sama-sama orang bali. Setelah si pelaku mengenali korbannya dan TKP dengan baik, lalu pergilah dia dan menyusun rencana busuknya. Selang beberapa saat kemudian, si pelaku kembali ke tempat kost para korban tapi dengan membawa satu orang rekannya. Namun pada saat itu, si pelaku sudah dibekali sebilah samurai yang digunakan untuk memuluskan aksinya dan mengancam para korbannya. Niatnyapun berhasil, sesampai di tempat kost yang dimaksud (TKP-red), si pelaku kemudian menyuruh temannya untuk berjaga diluar. Kemudian si pelaku masuk lebih dulu ke rumah kost dan mengancam 4 orang korban dengan mengeluarkan kata-kata ancaman seperti ini. “Kalau mau aman sekarang semua tiarap, lalu si pelaku mengikat semua korbannya, dan melakban mulut mereka. Namun dari ke-4 korbannya, ada salah seorang korban yang dimintainya untuk melayani nafsu bejatnya lalu kemudian terjadilah pemerkosaan. Setelah itu dia mengambil 4 HP korban dan mengambil motor salah satu korban kemudian motor tersebut dijual kepada penadah,” ungkap AKP Holmes.
Sementara, saat ini kondisi korban memang tidak terlihat kekerasan pisiknya karena tidak ada yang melawan namun rasa trauma itu pasti akan melekat pada ke-4 korban. Kemudian untuk korban yang diperkosa sudah diperoleh hasil visum kemudian ada tanda-tanda perkosaan.
Dari keterangan AKP Holmes, pelaku S ditangkap aparat tidak lama setelah kejadian di Jalan Sungai Ongka Kelurahan Ujuna Kecamatan Palu Barat. Dengan kronologis penangkapannya, pelaku S sempat melarikan diri sehingga sempat dihadiahi timah panas oleh anggota buser Polresta Palu dan mengenai bagian kakinya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak Polres palu dari tangan pelaku kasus pemerkosaan berupa 1 (satu) BH, 1 (satu) Celana Dalam, 1 (satu) samurai dan 4 unit HP milik para korban. Bahkan ada beberapa babuk lagi yang masih dalam pencarian.
Untuk pasal yang disangkakan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-B/1092/VI/2018/Res Palu tertanggal 22 Juni 2018, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat (1) dan 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian.
Sebelumnya Kapolres Palu melalui Kasat Reskrim, AKP Holmes mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan diri. Dan jangan mudah percaya terhadap orang yang belum dikenal. Dan bila melihat ada gerak-gerik orang yang mencurigakan, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat.

REDAKTUR : NILA


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.