Beranda sulteng morowali utara Tidak ada tanah adat di Morowali Utara

Tidak ada tanah adat di Morowali Utara

1046
0
BERBAGI
Demo dilokasi tambang PT. SEI desa bunta dikawal aparat kepolisian

Portal sulawesi. com, Morowali Utara-PT. Stardust Estate Invenstment (SEI) didemo kurang lebih 50 orang warga dari rumpun keluarga Lapasila yang mengklaim sebagai pemilik lahan seluas 328 Ha dan saat ini menjadi lokasi aktivitas perusahaan tambang.

Kisruh klaim kepemilikan lahan adat tersebut, dan permintaan ganti rugi keluarga Lapasila tentu menarik bila disimak, dan negosiasi yang direncanakan tanggal 13 Januari 2020, harus mempertegas regulasi yang digunakan oleh pihak perusahaan.

Tanah tambunga kompipi yang diklaim keluarga Lapasila, dan masuk wilayah desa Bunta dan desa bungintimbe menjadi pertanyaan besar, apakah benar klaim tersebut,?

Kami melakukan wawancara dan penelusuran, saat mewawancarai salah satu tokoh di Morowali Utara Alwun Lasiwua mengatakan bahwa selama ini hanya tercatat ada wilayah adat yaitu suku wana saat masih menyatu dengan kab.Morowali. Itupun Pemda ketahui sebagai wilayah adat saja, belum pernah ada penetapan atau regulasi yang mengatur tanah adat kata alun sapaan akrabnya. Dan klaim kepemilikan tanah adat oleh keluarga Lapasila dalam sejarah, tidak pernah terdaftar didesa.

Humas perusahaan Yandris yang kami wawancarai langsung, mengatakan bahwa dalam lahan yang diklaim sebagai tanah adat keluarga Lapasila, ada penduduk desa bungintimbe (diluar rumpun keluarga lapasila)yang memang memiliki SHM dan sudah berkebun dan bertani, serta bernegosiasi dengan perusahaan, kata Yandris.

Munculnya kisruh tanah ini, setelah ramainya pembicaraan bahwa perusahaan yang masuk didesa Bunta, adalah perusahaan terbesar. Hasrat mendapatkan ganti rugi secara finansial yang dikawal oleh beberapa aktivis Morowali Utara, tentu patut disikapi. Dan sebaiknya persoalan tersebut dibawah ke ranah hukum, untuk mempertegas semua persoalan yang ada.

Penulis : Heandly mangkali

Editor : Heru