Beranda leisure Pemimpin berdebat soal banjir, kekuatan alam tak bisa terhindarkan

Pemimpin berdebat soal banjir, kekuatan alam tak bisa terhindarkan

670
0
BERBAGI
Ilustrasi Banjir (FB/Net-Ist)

Opini,Portalsulawesi.com-Memasuki Tahun 2020, yang baru berjalan 4 hari bencana banjir menghiasi pemberitaan diberbagai media di Republik ini.

Sejak desember 2019, sampai memasuki awal tahun 2020 sejumlah lokasi kabupaten/kota mengalami bencana banjir. Daerah Jabodetabek adalah wilayah terparah yang mengalami musibah banjir. Dikutip dari CNNIndonesia.com Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) DKI Jakarta mengklaim tercatat warga yang mengungsi mencapai 62.453 orang, yang tersebar di 308 titik pengungsian dan tersebar di 49 kelurahan dan 34 kecamatan di Propinsi DKI Jakarta. Tercatat ada 30 orang meninggal dunia akibat banjir yang terjadi disekitar wilayah Jabodetabek.

Bencana banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan, perilaku buang sampah sembarangan sehingga menyebabkan drainase tersumbat, dan aliran air menjadi meluap kejalan, kurangnya daerah resapan air dan kegiatan penggundulan hutan karna penebangan liar, karna kegiatan perusahaan tanpa memikirkan kegiatan reboisasi adalah tumpukan persoalan yang tidak tertangani, dan tidak adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

Bahkan Sulawesi Tengah sendiri tercatat ada beberapa daerah dikabupaten yang pernah mengalami musibah banjir bandang. Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Morowali, kabupaten banggai, kabupaten sigi yang bulan lalu kembali mengalami musibah banjir bandang, banjir bandang yang menerjang desa bolapapu kecamatan kulawi kab. Sigi menyebabkan 2 korban jiwa meninggal dunia, puluhan rumah rusak, dan ada ratusan KK yang harus dievakuasi ke tempat pengungsian.

Bencana banjir menyebabkan para pemimpin di Negri ini adu komentar, mengklaim pendapat masing masing terkait penyebab banjir, seakan akan musibah banjir adalah momentum untuk menunjukan keberhasilan terdahulu dan peran hari ini, dalam pembenahan dan pemeliharaan ibu kota, tanpa sadar bahwa kekuatan alam tak bisa dilawan dengan sebaik apapun kinerja.

Kesadaran yang paling mendasar dengan dimulai dari diri sendiri, lingkungan sampai kepada kebijakan Penguasa yang harus berpihak pada upaya merawat alam agar tetap bersahabat dengan manusia.***

Penulis : Heandly Mangkali