Beranda News hukum kriminal Catatan Akhir Tahun BNNK Muna Catut Lima Titik “Zona Merah” Narkoba

Catatan Akhir Tahun BNNK Muna Catut Lima Titik “Zona Merah” Narkoba

1300
0
BERBAGI
Kepala BNNK Muna La Hasariy saat konfrensi pers bersama bawahannya, Foto : La Ode Alim

Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Dalam catatan akhir tahun yang dikeluarkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muna mencatut lima titik wilayah yang rawan peredaran narkoba atau bisa dikategorikan zona merah.

Kepala BNNK Muna La Hasariy mengatakan peredaran narkoba yang menjadi zona merah diantaranya Kecamatan Katobu kelurahan Raha I tingkat bahaya, Kecamatan Duruka Kelurahan Palangga tingkat bahaya, Kecamatan Katobu Kelurahan Wamponiki tinggkat bahaya, Kecamatan Loghia Desa Loghia tingkat siaga, Kecamatan Lasalepa Desa Bangunsari tingkat siaga.

“Zona daerah merah narkoba, akan menjadi perhatian khusus, kita akan melakukan langkah pencegahan utama, sehingga bisa memberantas peredaran narkoba di wilayah kerja BNNK Muna,” kata La Hasariy dalam jumpa persnya, jumat (27/12/2019) di kantornya.

Dia memaparkan data yang dimiliki BNNK Muna, penangkapan peredaran narkoba, kita memiliki target satu dan realisasi satu orang, kasusnya saat ini sudah P21 dikejaksaan, Sementara target rehabilitasi, kita memiliki 55 orang dan yang terealisasi sebanyak 77 orang, untuk assesment terpadu kami memliki target sebanyak 10 kali yang realisasi baru 6 kali.

Dia juga menuturkan, dalam penanganan peredaran narkoba, kita sudah membentuk tim assesment terpadu yang diketuai saya sendiri dan terbentuk pada 5 september 2019 lalu, yang beranggotakan dari tim Polres Muna, Kasat Narkoba, Kasipidum Kejaksaan NegeriMuna, dokter ahli jiwa dan dokter umum dan perawat untuk melakukan kajian kajian.

“Bila ada penangkapan dan penyidik meminta assesment terpadu, sudah bisa kita laksanakan di BNNK Muna, tidak perlu lagi dibawah di kota kendari untuk melaksanakan PAP,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk pembangunan berwawasan anti narkoba, kita memiliki target 3 dan terealisasi 3, sementara informasi, pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba target 24 realisasi 24, sementara program pemberdayaan anti narkoba target 4 realisasi 4 kali.

Dalam menjalankan Impres no 6 tahun 2018, ada 4 kegiatan dalam mengimplementasikan impres ini, yaitu sosialisasi, regulasi, Satgas, dan terakhir tes urine.

Orang nomor satu di BNNK Muna ini memaparkan, sebelum melakukan kegiatan impres ini ke pihak lain, BNNK Muna melakukan tes urine di intenal kantornya sendiri, kemudian ke berbagai instasi yang ada diwilayah kerjanya.

Dia juga menegaskan, BNNK Muna konsisten dalam pemberantasan peredaran narkoba, maka dari itu kita periksa terlebih dahulu di internal BNNK muna kemudian pihak lain.

“Dari 30 lebih OPD di Muna, baru 25 yang kita lakukan tes urine sementara untuk daerah lain belum dilakukan terkendala dengan sumber daya dan anggaran, kator kementrian agama Buton Utara juga sudah dilakukan tes urine. Selain tes urine dalam pemberantasan peredaran narkoba, kami melakukan sosialisasi di tiga wilayah kerja BNNK Muna (Muna, Butur, Mubar) baik itu masyarakat umum maupun dilingkungan sekolah,” jelasnya.

“Ter urine yang dilakukan BNNK Muna ditahun 2019 selalu hasilnya negatif, kenapa? Karena kenyataan hasilnya seperti itu tidak mungkin kita akan mengada ngada,” katanya.

Dalam waktu dekat kita akan melakuka tes urine, khususnya para sopir angkutan umum yang bisa membahayakan penumpangnya, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim