Beranda News hukum kriminal Wakil Bupati Butur Sudah Ditetapkan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak

Wakil Bupati Butur Sudah Ditetapkan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak

2608
0
BERBAGI
Direktur Yayasan Lambu Ina Yustina Fendrita, Foto : La Ode Alim

Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Sebelumnya kasus persetubuhan anak dibawah umur di Kabupaten Buton Utara (Butur) perantara inisial T (31) sudah ditetapkan tersangka oleh Polres Muna, kini pelaku persetubuhan anak yang diduga dilakukan wakil Bupati Butur inisial R sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Kasus yang melibatkan pejabat pemerintahan Wakil Bupati, kasusnya sudah didampingi Yayasan Lambu Ina dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang berada di kota kendari. Juga penangannya sudah dilaporkan di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), diadukan juga di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK sudah dua kali turun ke Butur dan juga ke Kota kendari saat korban dilakulan pemeriksaan di Polda Sultra.

Direktur Yayasan Lambu Ina Yustina Fendrita mengatakan kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan wakil Bupati Butur sudah kita dampingi, juga sudah kita lakukan invetigasi.

Dia menuturkan, upaya untuk penanganan terhadap perempuan korban dampak, maka kita akan melakukan pressure serta menginventarisir jaringan yang mendukung penanganan perempuan korban kekerasan seksual.

“Secara kelembagaan, kami memberikan apresiasi atas kinerja Polres Muna karena kasus ini masih terus berproses dan terduga pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Yustin saat Launching catatan akhir tahun kekerasan seksual perempuan dan anak, kamis (19/12/2019).

Dia melanjutkan, saat ini korban dan ayah korban masih konsisten dengan aduan laporannya di kepolisian, bahwa korban diduga disetubuhi oleh oknum R Wakil Bupati Butur.

“Saya pikir Polisi tidak akan berani menetapkan seseorang menjadi tersangka ketika tidak ada bukti yang kuat dan saksi saksi yang kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual yang ada di Butur merupakan kasus kekerasan seksual, dalam hal ini adalah perdagangan perempuan dan ekploitasi seksual.

Kami tahu bahwa terduga pelaku adalah orang besar dan memiliki sumber daya lebih, dibanding warga negara yang lain, maka kami berpandangan pihak kepolisian cukup berhati hati menetapkan status terduga pelaku, tambahnya.

Untuk mengfalidasi informasi, konfirmasinya harus ke Polda terlebih dahulu, walaupun dalam kaca mata kami Polres Muna mampu menyelesaikan kasus ini. Kami awalnya keberatan dengan dilimpahkannya kasus ini ke Polda, apalagi korba sudah diperiksa di Polsek Bonegunu dan Polres Muna sehingga untuk apa lagi ada pemeriksaan di Polda, heran Yustin.

“Ini menunjukan bahwa Polda tidak percaya dengan kinerja bawahannya di Polres Muna, sampai harus mengambil alih, karena menurut kami, kapasitas penyidik Polres Muna cukup punya kemampuan menangani kasus ini,” tegasnya.

Menurutnya, Bila kaitannya hanya untuk asistensi untuk penanganan kasus, itu sah sah saja, tapi tidak harus membawah korban diperiksa di Polda Sultra dan segala macamnya. Tindakan ini pastinya menyulitkan keluarga korban, baik secara psikologis ataupun secara mental serta secara ekonomi.

“Oknum diduga pelaku wakil Bupati Butur sebelum ditetapkan menjadi tersangka, pastinya, pelaku sudah dilakukan pemeriksaan, saat ini berkasnya sudah dikejaksaan dan untuk penahanannya tinggal menunggu dari izin dari Kementerian dalam negeri,” tutur Yustin sapaan akarbnya.

Dia menyarankan kepada pelaku agar gentelmen mengakui melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada korban dan masyarakat Butur karena diduga pelaku adalah salah satu pejabat Butur. Dimana tindakan ini sebagai pejabat pemerintah tidak patut untuk dicontoh.

Kedua, pastinya harus menjalani proses hukum, saya berharap aparat penegak hukum kejaksaan dan kepolisian menuntut maksimal hukumannya dan pengadilan negeri Raha memutus sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu undang undang perlindungan anak dan undang undang tindak pidana perdagangan perempuan dan anak, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim