Beranda EKOBIS Barang Rongsokan Mall Tatura Sepenuhnya Milik Asuransi PT Buminda

Barang Rongsokan Mall Tatura Sepenuhnya Milik Asuransi PT Buminda

1936
0
BERBAGI
Para Pekerja sedang memotong rangkaian Tangga Eskalator direruntuhan Mall Tatura pasca ambruk diguncang Gempa 28 september 2018 silam (foto: Portalsulawesi)

Palu, Portalsulawesi.com  – Polemik terkait kemana dan siapa yang memiliki asset Mall Tatura Pasca Rusak parah diguncang Gempa terjawab sudah,Pihak Asuransi PT Buminda ternyata memiliki hak sepenuhnya terhadap Sisa Ronsokan dan barang barang Inventaris Mall Tatura.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Citra Nuansa Elok (CNE), M Sandiri La Anto , menurutnya seluruh inventaris termasuk barang bekas reruntuhan Mall Tatura Palu (MTP) menjadi milik PT Buminda, sebagaimana yang tercantum dalam klausul perjanjian asuransi.

Dalam perjanjian premi pertanggungan asuransi antara PT CNE dan Asuransi PT Buminda disebutkan bahwa, jika terjadi keadaan fource majour, maka PT CNE dapat melakukan klaim. Namun seluruh inventaris menjadi milik pihak asuransi.

“Jadi barang rongsokan dari mall ini menjadi hak pihak asuransi. Karenanya tidak ada istilah tender dari PT CNE atau Pemkot Palu. Yang melakukan tender adalah asuransi,” jelasnya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (25/11/2019).

Memet menuturkan, dalam pemikiran rasional, PT CNE memang sudah seharusnya memilih klaim asuransi demikian dengan mengesampingkan tentang inventaris tersebut. “Kita mau pilih yang mana, rongsokan atau klaim asuransi yang kurang lebih Rp87 miliar itu?,” jelasnya.

Sementara untuk Polemik mengenai asset. Dia menerangkan bahwa aset rongsokan mall memang milik Pemkot Palu, namun tidak perlu dilakukan penghapusan aset. Karena sifatnya tidak lagi menjadi kekayaan yang melekat langsung ke Pemkot Palu.

“Kekayaan yang ada di PT CNE adalah kekayaan yang dipisahkan. Tidak lagi melekat langsung ke Pemkot Palu. Melainkan menjadi asset PT CNE. Sehingga tidak ada penghapusan aset karena dia adalah saham,” jelasnya.

PT CNE sendiri dalam mengelola managemen mall tunduk dan patuh pada Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas (PT). Dengan demikian jika berbicara masalah asset, maka tidak akan ada Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Hanya ketika menitipkan saham di PT CNE, maka tetap harus ada persetujuan DPRD Palu. Sehingga semua aturan main direksi dan komisaris adalah mengacu pada UU PT,”paparnya. Berikutnya tentang penunjukan dan pengangkatan jajaran direksi PT CNE. Memet lebih jauh menjelaskan bahwa proses pengangkatan juga mengacu pada UU PT tersebut.

“Makanya direksi PT CNE tidak mengikuti fit and propertest. Melainkan diangkat dan diputuskan melalui rapat umum pemegang saham,” pungkasnya.***

Penulis : Heru