Beranda lipsus Dua Pergantian CPNS 2018 Bermasalah di Muna Berhasil

Dua Pergantian CPNS 2018 Bermasalah di Muna Berhasil

1207
0
BERBAGI
Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Muna Rustam, S.Pd diruang kerjanya, Foto : La Ode Alim


Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Perintah Bupati Muna LM Rusman Emba kepada tim tehnis Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk menindaklanjuti pergantian CPNS 2018 yang bermasalah, Akhirnya menuai hasil.

Kepala BKPSDM Muna Rustam mengatakan berdasarkan persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP), kita di Pemerintah Daerah BKPSDM Muna membuat SK Bupati tentang pengangkatan yang bersangkutan dan kemarin saya baru paraf.

“SK pengangkatan pergantian CPNS 2018 yang bermasalah sudah saya paraf untuk di tindak lanjuti, dua orang sudah dilakukan pergantian, saat ini tinggal tunggu tanda tangan Bupati Muna untuk SK pengangkatan CPNS,” kata Rustam kepada Portalsulawesi.com diruang kerjanya, rabu (6/11/2019).

Dia melanjutkan, kami sebagai panitia lokal BKPSDM, selagi ada kebijakan aturan dan perintah pimpinan Bupati Muna LM Rusman Emba, juga tidak melanggar aturan main, maka pasti kita akan lakukan. Mengenai proses selanjutnya, silahkan konfirmasi ke Kabid Pengadaan dan Pemberhentian ASN BKPSDM Muna.

Saat ditemui diruang kerjanya, Kabid Pengadaan dan Pemberhentian ASN BKPSDM Muna LM Syahrullah menerangkan, saat ini proses pergantian CPNS 2018 yang bermasalah, SK pengangkatannya sudah sampai di Sekda dan sudah diparaf, tinggal tanda tangan Bupati.

“Kalau nama pengganti, sesuai surat BKN, yakni Birul Alif Umar S.IP sebagai pengganti La Ode Syarifuddin dan Nur Aidah Soeala S.Pdi pengganti dari Merta Sari sesuai surat panselnas tertanggal 20 Agustus 2019 tentang integrasi data SKD dan SKB,” katanya.

Dia menjelaskan, Ini bukan maunya kita siapa yang ganti, tapi memang sistem yang melakukan pergantian, pertama La Ode Syarifuddin tidak memasukan berkas dan merta sari mengundurkan diri karena berstatus istri kedua.

“NIP sudah keluar dari BKN makasar tertanggal 24 Oktober 2019, tinggal tanda tangan Bupati SK pengangkatan CPNS sebab NIP menjadi syarat untuk percetakan SK pengangkatan CPNS,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Proses pergantian sudah selesai atau berhasil dilakukan, bahkan nomor surat sudah kita ambil tertanggal 28 Oktober 2019, tinggal menunggu tanda tangan Bupati.

Belum tertanda tangannya, diakibatkan oleh Bupati saat ini masih keluar daerah, yang jelas SK pengangkatan sudah ada, tinggal terima SK dan menjalankan tugas, bebernya.

Mengenai prajabatan yang bakal dilaksanakan di 2020 mendatang, bisa jadi mereka berdua ikut bersamaan dengan CPNS yang sudah lulus, sebab mereka adalah CPNS 2018, apalagi keduanya merupakan tenaga honor bila kita kaitkan dengan masa orientasi, sehingga masa orientasi dianggap tidak perlu, terang sang matan Kabid Mutasi BKPSDM Muna.

Maka Diksar prajabatan tetap harus mereka ikuti menyesuaikan dengan angkatannya CPNS 2018, sebab CPNS 2019 belum berproses, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim