Beranda News hukum kriminal Proyek Rusun Bantuga Bakal Putus Kontrak ,Dari Polemik Pinjam Pakai Perusahaan Hingga...

Proyek Rusun Bantuga Bakal Putus Kontrak ,Dari Polemik Pinjam Pakai Perusahaan Hingga Cash Flow

515
0
BERBAGI


Touna,Portalsulawesi.com- Memasuki bulan ke empat sejak kontrak ditandatangani,progres pelaksanaan proyek pembangunan rumah susun Desa Bantuga Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Touna terkesan belum dapat mengejar ketertinggalan bobot fisik yang harusnya tercapai diatas 60 persen memasuki 120 hari kerja.

Paket proyek yang didanai dari Pos APBN tahun anggaran 2019 yang menjadi tanggung jawab Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Direktorat Perumahan Rakyat yang melekat di Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyedia Perumahan Propinsi Sulawesi Tengah terkesan lamban ditenggarai akibat proses pembiayaan yang tidak maksimal oleh pihak ketiga selaku pelaksana pekerjaan dilapangan.

Pada sebuah kesempatan,Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Rumah Susun dan Khusus ,Wirda ST kepada portalsulawesi mengakui bahwa pihaknya telah berulang kali memberikan teguran baik secara lisan maupun tulisan kepada pelaksana,tetapi kontraktor pelaksana terkesan ” Bandel” .

“Bobotnya baru mencapai 13 persen pak pada bulan Oktober ,kami sudah memberikan Surat teguran (SCM) ke 1 dan sudah mau ke SCM 2,kalo sudah sampai SCM 3 kita putus Kontraknya ” kata Wirda.

Menurutnya,pihaknya selaku PPK telah berupaya melakukan upaya pemberitahuan dan teguran,bahkan proses administrasi dalam bentuk teguran tertulis telah dilayangkan.” Proses administrasi sdh dilakukan terkait hal tsb” ungkap Wirda ,rabu (23/10/2019)silam.

“Besok rencana mw ktmu direkturx dimakasar, Krn surat teguran jg sdh sering diberikan,kiat proses percepatan pengawasx jg ada dilapangan tp kontraktorx yg kurang peduli,masalahnya di cash flow (keuangan perusahaan) ” akunya kepada media ini.

Diakui Wirda,pada pekerjaan di Proyek Rusun Bantuga dikerjakan oleh pihak ketiga dengan modal perjanjian pinjam pakai perusahaan,sehingga rentan terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu,Kepala Satker SNVT Perumahan Rakyat Propinsi Sulteng,Hujurat ST mengatakan pihaknya tidak segan segan untuk memutuskan kontrak terhadap kedua proyek tersebut akibat keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

” kalo lambat dan tidak capai progres,kita putus kontraknya dan perusahaannya kita Black List” tegas Hujurat.

Dua Proyek tersebut adalah pembangunan Rumah susun di desa Bantuga Kecamatan Ampana Tete serta pembangunan rumah khusus didesa Wakai Kecamatan Una Una Kabupaten Tojo Una Una.

Untuk proyek pembangunan rumah susun desa Bantuga,pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan dana sebesar Rp.3.271.501.000 yang dimenangkan CV.D’Lima Engineering,sementara proyek Pembangunan Rumah khusus di desa Wakai dikerjakan Kontraktor pelaksana CV.Putra Saorajae dengan nilai Kontrak Rp.2.820.792.000,-.

Proyek tersebut dalam masa pelaksanaannya memiliki perbedaan tenggat waktu pelaksanaannya, proyek rumah khusus didesa Wakai dikerjakan 120 Hari kerja sejak 4 Juli 2019,sedangkan untuk Rumah susun desa Bantuga memiliki waktu lebih lama yakni 150 hari kerja dengan waktu mulai pekerjaan 11 Juli 2019.***

Penulis : Heru