Beranda News hukum kriminal Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Alkes Poso,Tiga Orang di Cokok Jaksa

Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Alkes Poso,Tiga Orang di Cokok Jaksa

1258
0
BERBAGI


Palu,Portalsulawesi.com– Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan alat kesehatan di Kabupaten Poso tahun 2013 memasuki tahap baru,tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah,Selasa (15/10/2019).

Ketiganya langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter yang didatangkan khusus oleh Penyidik Tindak pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulteng,mereka yang ditahan adalah Suridah selaku PPK di RSUD Poso tahun 2013, Noberial Marthen Salmon selaku PPK di Dinkes Poso tahun 2013 serta Amran A Madjid ,seorang staf teknis di Bidang Perencanaan RSUD Poso.

Mereka ditahan setelah penyidik merampungkan pemeriksaan terhadap dugaan kasus Korupsi pada proyek pengadaan Alat Kesehatan dikabupaten Poso tahun 2013 silam,modusnya dengan melakukan penggelembungan harga (mark up) serta tidak melakukan pemeriksaan harga barang yang seharusnya menjadi tupoksi para tersangka.

Dalam keterangannya,Kajati Sulteng yang diwakili Koordinator Tindak Pidana Khusus,Hadiman membenarkan ketiganya ditahan terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Kesehatan Tahun 2013 di Kabupaten Poso.

” mereka ditahan setelah tim penyidik Kejaksaan tinggi menemukan dua alat bukti yang cukup terkait dugaan Korupsi proyek pengadaan Alkes di Kabupaten Poso tahun 2013 silam,sedikitnya ada Rp.8 Milyar kerugian negara dari Rp 30 Milyar total pagu yang digelontorkan ” jelas Hadiman didampingi Kasipenkum Kejati Sulteng,Sainuddin SH.

Menurut Hadiman,selaku PPK,Noberial Marthen Salmon dan Suridah tidak melakukan survei harga dan tidak mempertimbangkan harga diskon, sehingga harga dibuat dalam harga perkiraan sendiri (HPS) yang mengakibatkan indikasi penggelembungan harga (markup) sekitar 40 hingga 50 persen.

Dari perhitungan para Ahli terjadi kerugian negara pada Dinas Kesehatan Poso sekitar Rp 3,2 miliar dan pada RSUD Poso sekitar Rp 4,8 miliar dari total pagu anggaran Rp 30 miliar.

“Kerugian ini hasil perhitungan ahli, total kerugian pada dua instansi tersebut sekitar Rp 8 miliar,” jelas Hadiman.

Akibat perbuatannya ,ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHpidana.***

Penulis : Heru