Beranda News hukum kriminal Polisi Bongkar Sindikat Narkoba libatkan Napi dan Sipir Lapas Tolitoli

Polisi Bongkar Sindikat Narkoba libatkan Napi dan Sipir Lapas Tolitoli

1084
0
BERBAGI


Tolitoli,Portalsulawesi.com- Polres Tolitoli berhasil membongkar jaringan sindikat pengedar Narkotika jenis sabu yang melibatkan ASN dari Kemenkumham dengan Napi Kasus Narkoba dilingkup Lapas Tolitoli.

Satuan Reskrim Narkoba Polres Tolitoli saat ini terus memburu Petugas Lapas yang lolos saat penggerebekan dirumahnya di perumahan BTN Vila Mas Blok B No 31. Dapalak kelurahan Nalu kecamatan Baolan.

Dalam keterangan persnya,Wakapolres Tolitoli Kompol M.Nur Asjik S.Sos didampingi Kasat Narkoba Polres Tolitoli,Iptu Kingsale membenarkan fihaknya telah mengamankan Salah seorang Napi Narkoba dari Lapas klas II B Tolitoli yang diduga kuat pemilik Sabu yang diamankan disalah satu rumah petugas Lapas.

Dalam konfrensi Pers yang digelar di Aula Parama Satwika Di mako Polres Tolitoli jumat ( 20/9/2019),mengungkapkan bahwa pihak Polres Tolitoli sebelumnya telah mendeteksi adanya kegiatan yang mencurigakan terkait peredaran Narkotika,informasi terkait keterlibatan petugas Lapas dalam transaksi haram tersebut telah menjadi target operasi polisi.

“Polisi telah lama mengendus transaksi haram tersebut,ketika dilakukan penggerebekan ditemukan Sabu seberat 571 Gram serta barang bukti lainnya,oknum petugas lapas yang sedang pesta sabu melarikan diri saat digrebek,saat ini oknum tersebut terus diburu petugas kepolisian ” ungkap Mantan wakapolres Donggala ini.

Menurut Asjik,polisi telah mengantongi informasi bahwa sejak sebulan belakang ini terkait kegiatan peredaran Narkoba dengan jumlah yang besar di kabupaten Tolitoli,parahnya lagi ternyata pengendali peredaran Narkoba ini berasal dari dalam lembaga pemasyarakatan Klas II B Tolitoli.

“Oknum tersebut adalah pegawai lapas kelas IIB bernama Irsad,sedangkan Mukti alias Moh.Nasir adalah diduga kuat adalah kurir ,mereka sempat lolos dari sergapan petugas saat digrebek dirumah milik Hasan Tawil,napi kasus Narkoba yang sedang menjalani hukuman di Lapas Tolitoli ” beber Kompol Asjik.

Sebelum digrebek,Irsad tampak mondar mandir dikompleks perumahan BTN Villa Mas ,Dapalak kelurahan Nalu,Tolitoli, saat dilakukan penggerebekan Irsad dan Mukti alis Moh.Nasir sempat melarikan diri dengan bertelanjang dada.

Petugas Polres Tolitoli kemudian menggeledah isi rumah Hasan Tawil dan berhasil menyita empat ( 4 ) buah bungkusan besar yang di duga sabu yang terdiri dari dua bungkus yang  di isi dalam plastik dan satu Bungkus di bungkus dengan Tissu dan di ikat dengan karet gelang yang selanjutnya di lilit dengan lakban.

“Polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan di sekitar ruangan dan akhirnya menemukan di lantai ruang bawah televisi dengan jumlah besar yakni 571 gram ” urainya.

Aparat Satres Narkoba Polres Tolitoli mengembangkan penggeledahan di rumah Moh Nasir alias Mukti di jalan Sona kelurahan Nalu, hasilnya temukan satu sachet lagi dengan jumlah 1,40 gram.di dalam laci meja dalam kamar moh Nasir .

Polisi langsung menggiring Moh Nasir alias mukti untuk ditest Urine,hasilnya Postive mengandung Amphetamine ,berdasarkan hal tersebut petugas melakukan pendalaman terhadapnya.

Dari hasil introgasi polisi diketahui,sabu yang diamankan berasal dari Kota Palu yang dijemput Mukti alias M.Nasir di jalan Basuki Rahmat Palu,jumlahnya mencapai 1000 gram, pengakuannya barang haram tersebut sempat di sembunyikan di salah satu tempat di Kelurahan Tondo Kota Palu.

Sabu seberat 1000 Gram dibawa Mukti masuk Tolitoli,selanjutnya dibagi menjadi tiga paket besar yakni satu paket seberat 600 gram dan dua paket lainnya masing masing seberat 200 gram.

Semua kegiatan penjemputan sabu hingga pengantaran ke Tolitoli oleh Mukti dilakukan atas arahan Hasan Tawil, Napi Narkotika yang ditahan di Lapas Klas II B Tolitoli melalui telepon genggamnya.

Masih menurut Mukti,Hasan Tawil memintanya untuk mengantarkan barang haram tersebut ke rumahnya di Kompleks BTN Villa Mas Blok B No 31 Dapalak,Kelurahan Nalu pada Jumad Malam pukul 23.00.

Dirumah Hasan Tawil ,telah menunggu Irsad.
Narkotika tersebut kemudian disimpan dalam tong sampah,Mukti mengaku mendapat uang dari jasa penjemputan barang tersebut sebesar Dua Juta rupiah yang ditranfer langsung direkeningnya oleh Hasan Tawil.

Untuk kepentingan penyidikan dan pengungkapan kasus ini,Polisi telah menjemput paksa Hasan Tawil di Lapas Tolitoli,kabarnya sempat terjadi bersitegang antara petugas Lapas dengan Polisi saat akan melakukan penjemputan terduga Bandar Narkoba tersebut.****

Penulis : M.Yusuf