Beranda sulteng banggai CSR PT Donggi Senoro LNG Kabur,Masyarakat Batui Demo

CSR PT Donggi Senoro LNG Kabur,Masyarakat Batui Demo

705
0
BERBAGI


Banggai,Portalsulawesi.com- Kelompok Masyarakat Batui melakukan protes terhadap kebijakan PT Donggi Senoro khususnya transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR), aksi protes disampaikan dalam bentuk demo di gerbang Utama Obyek Vital Nasional (Obvitas) ini pada Kamis,(19/09/2019).

Massa Aksi adalah Masyarakat Batui lintas generasi Mian Batui menyuarakan dua tuntutan terhadap PT. Donggi Senoro yakni pengadaan Bis sekolah serta Transparansi tanggung jawab sosial perusahaan yakni dana CSR termasuk Tim penyusun Program CSR dan pengawasnya sesuai dengan Undang Undang.

Keberadaan PT Donggi Senoro LNG yang telah berproduksi selama ini dinilai masyarakat tidak mampu mensejaterakan masyarakat bahkan menimbulkan konflik kepentingan.

“Kita hanya Menuntut apa yang menjadi hak kita masyarakat Batui” kata Sugianto Adjadar selaku Korlap dua dalam orasinya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Batui ini juga mengatakan bahwa ada indikasi Konspirasi yang di mainkan Investor Di Batui dan pemerintah Daerah dalam pengelolaan CSR.

“Padahal jelas Sesuai dengan perda nomor 3 tahun 2014, dan perbup nomor 9 tahun 2018 tentang tata cara alokasi penerimaan bantuan program tangung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas, seharusnya investasi dan pemerintah harus mengawal ini. dari persoalan Tim penyusun sampai pengawasnya” tegasnya,seperti yang dilansir dari mediaportalmetro.com.

Upaya massa aksi pendemo untuk berdialog dengan pihak perusahaan membuahkan hasil ,pihak PT Donggi Senoro LNG bertemu dengan masyarakat Batui.

Pihak perusahaan dalam pertemuan tersebut menyampaikan tiga poin penting yakni perusahaan PT. DSLNG sangat netral,pihak perusahaan PT. DSLNG selama ini selalu mengikuti arahan pemerintah.
Serta pihak Muspika Kecamatan Batui berinisiatif untuk berkordinasi dengan pemda  kabupaten Banggai dan mengikut sertakan perangkat adat,lembaga adat Batui,dan generasi muda batui serta pihak perusahaan PT. DSLNG dalam pembahasan tuntutan masyarakat tersebut.

Humas PT Donggi Senoro LNG ,Rahman Azis coba dihubungi redaksi portalsulawesi belum merespon ,konfirmasi yang dikirimkan melalui telepon genggamnya di nomor 081213963xxx belum ada tanggapan.

Seperti diketahui,PT Donggi Senoro LNG merupakan gabungan perusahaan energi nasional PT Pertamina Persero dan PT Medco Energi Internasional, bersama-sama perusahaan internasional, yaitu Mitsubishi Corporation dan Korea Gas Corporation.

Kilang DSLNG terletak di Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah, sekitar 45 kilometer sebelah tenggara kota Luwuk, yaitu kota utama di Kabupaten Banggai.

Kilang LNG berdiri di atas lahan seluas lebih dari 300 hektar, di pesisir pantai yang menghadap Selat Peling, yang menawarkan jalur pelayaran di lautan yang dalam dari Surabaya dan Makassar ke Luwuk dan Manado.

DSLNG didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) pada tanggal 28 Desember 2007, dengan para pemegang saham Pertamina Energy Services Pte Ltd (29%), PT Medco LNG Indonesia (20%) dan Mitsubishi Corporation (51%). Namun demikian, terhitung Februari 2011, struktur kepemilikan berubah menjadi PT Pertamina Hulu Energi (29%), PT Medco LNG Indonesia (11.1%) dan Sulawesi LNG Development Ltd (59.9%).

DSLNG merupakan proyek LNG pertama di Indonesia yang dikembangkan berdasarkan Undang-Undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang “Kegiatan Usaha Hilir”, sehingga memungkinkan pengembangan usaha yang terpisah antara kegiatan hulu (penyediaan bahan baku gas) dan kegiatan hilir (pabrik LNG).

Model pengembangan bisnis hilir LNG memberi keuntungan bagi negara Republik Indonesia, akibat dari pengalihan investasi dan risiko yang terkait dengan pembangunan pabrik LNG tersebut dari Pemerintah Indonesia ke sebuah perusahaan hilir.***

Dikutip : mediaportalmetro.com ,berbagai sumber
Ditulis kembali : Heru