Beranda EKOBIS Tokoh Masyarakat Desa Bangunsari Berharap Proyek Mesin Pengering Kayu Bisa Beroperasi

Tokoh Masyarakat Desa Bangunsari Berharap Proyek Mesin Pengering Kayu Bisa Beroperasi

420
0
BERBAGI
Gedung pembangunan proyek mesin pengering kayu di Desa Bangunsari kecamatan lasalepa kabupaten muna, Foto :La Ode Alim


Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Tokoh masyarakat Desa bangungsari Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna berharap proyek mesin pengering kayu di Desanya bisa dioprasionalkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Proyek mesin pengering kayu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Muna tahun anggaran 2017 senilai 1,2 miliar di Desa bangunsari belum bisa digunakan oleh masyarakat sampai dengan memasuki akhir Agustus 2019.

Terlihat hanya bangunan gedung dan satu buah boks yang menurut warga sejenis oven kayu, tidak berfungsi dan belum diketahui apa masalahnya, juga belum diserahkan kepada masyarakat.

Namun salah satu anggota DPRD Muna dari partai hanura La Irwan beranggapan bahwa belum dioperasionalkan proyek itu akibat dari belum adanya mesin pengering kayu yang ada pada bangunan itu, namun dalam progres pekerjakaan sudah dilaporkan selesai 100 persen realisasi pertanggung jawaban anggaran 2017.

Boks pengering kayu diduga oven, Foto : La Ode Alim

Tokoh masyarakat Desa Bangunsari Tumijan berharap gedung pengering kayu proyek Pemda Muna bisa beroperasi dan digunakan masyarakat.

Dia menambahkan, Adanya gedung itu sangat menunjang sekali buat masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin kayu. Dalam pengolahan kayu disini, masih basah, sehingga dengan adanya proyek mesin pengering kayu, masyarakat senang, bisa mempercepat kayu pengolahannya bisa kering untuk diolah menjadi barang jadi.

“Nyatanya gedung pengering itu belum beroperasi, kita sebagai masyarakat hanya bisa menunggu, masyarakat sangat berharap sekali kapan bisa diserahkan, untuk bisa berfungsi dan digunakan,” kata Tumijan Mantan Kepala Desa Bangunsari, rabu (21/8/2019) dirumahnya.

Dia menuturkan, Penyerahannya di Desa belum ada, namun kita sebagai masyarakat hanya bisa menunggu.

Tumijan menerangkan, Masyarakat juga sering mengeluh kenapa belum beroperasinya mesin pengering pembangunan Pemda Muna. Lalu dari Dinas Perindag pernah mengecek, tapi hasilnya sampai saat ini belum bisa beroperasi.

“Desa bangunsari banyak yang bertopang kehidupan dari pengrajin kayu, dari 400 kepala keluarga ada ratusan keluarga yang bekerja sebagai pengrajin, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga yang lain,” ungkapnya.

Info yang kami dapat, bahwa mesin proyek ini turun di Desa bangunsari akibat banyaknya pengrajin kayu, sebelumnya terdengar akan diturunkan ke Desa wakadia, namun dinilai kurang efektif maka dialihkan ke Desa kami, bebernya.

Pasar pengrajin kayu disini bisa sampai kewilayah Kendari, bau bau, dan kolaka dalam bentuk barang jadi mebel seperti lemari, kursi, meja dan lainnya, tutup sang mantan Kades Tumijan.

Laporan : La Ode Alim