Beranda sulteng banggai Tangani Amblasnya Jembatan Mansahang Besar di Toili ,PJN III Alihkan Arus Lalulintas...

Tangani Amblasnya Jembatan Mansahang Besar di Toili ,PJN III Alihkan Arus Lalulintas Sementara

355
0
BERBAGI
Petugas Lapangan PJN Wilayah III memasang tanda pengalihan Jalan sementara akibat amblasnya badan jalan dan Oprit Jembatan Mansahang besar di Toili ( Dok.PJN III/PPK 3.4)


Luwuk,Portalsulawesi.com- Akibat curah hujan yang intensitasnya meningkat diwilayah Luwuk,membuat sungai  Mansahang meluap,banjir yang menggenangi badan jalan sepanjang kecamatan Toili juga menggerus Oprit Jembatan Mansahang hingga putus .

Akibatnya,arus lalulintas yang biasa melintasi  Jembatan Mansahang Besar putus total,gerusan air banjir membuat pasangan batu pada oprit serta badan jalan jembatan hanyut dan mengakibatkan lubang mengangga sepanjang 10 meter.

Jembatan Mansahang Besar mempunyai bentang jembatan sepanjang 46 meter dibangun tahun 1990 ,akibat putusya oprit jembatan tersebut arus lalulintas dialihkan sementara waktu dengan mempergunakan jalur alternative jalan daerah.

Ruas Jalan Toili –Seriti pun dialihkan untuk mempermudah penanganan darurat terhadap Oprit jembatan tersebut,pihak Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III pun bergerak cepat dengan mengerahkan personilnya dilapangan untuk melakukan penimbunan Oprit Jembatan yang putus tersebut.

Kepala satuan Kerja (Kasatker ) PJN Wilayah III ,Beni Birmansyah yang dihubungi portalsulawesi membenarkan insiden jebolnya oprit jembatan Mansahang Besar diwilayah Toili tersebut,pihaknya bahkan telah mengerahkan truk truk pengangkut material untuk melakukan penimbunan di Oprit Jembatan Tersebut.

“usai kejadian jebolnya oprit jembatan tersebut,saya telah memerintahkan penanganan segera terhadap Jembatan Mansahang Besar tersebut,saat ini kami mengalihkan arus lalulintas yang melintasi Jembatan tersebut ke jalan alternative yakni jalan daerah,sementara tim kami melakukan penimbunan pada oprit jembatan yang jebol tersebut” Ujarnya kepada media ini.

Kondisi jembatan yang sudah tua merupakan salah satu factor jebolnya Oprit jembatan ketika digerus oleh banjir, “kondisi jembatan memang sudah tua,dibangun tahun 1990 “ ungkap Beni.

Para pekerja sedang mengisi batu ke Kubus bronjong untuk antisipasi sementara pada oprit jembatan Mansahang Besar ,debit air sungai yang masih tinggi menjadi salah satu faktor lambannya penanganan amblasnya jembatan ini ( Dok.PJN Wil III/PPk 3.4 )

sementara itu,PPK 3.4 Ruas Batui-Toili-Baturube ,Endi Antoni mengabarkan bahwa pihaknya selaku penanggung jawab ruas jalur tersebut berusaha mengantisipasi putusnya Oprit jembatan mansahang besar dengan memasangi anyaman bronjong di sisi yang jebol,pihaknya juga bekerja ekstra hati hati mengingat arus sungai masih belum bisa diprediksi.

“kami sejak semalam sudah bergerak,kami menyiasati sementara waktu dengan memasang susunan bronjong di sekitar titik gerusan agar bisa melakukan penimbunan,kami berupaya secara maksimal agar jalan tersebut dapat dilalui kembali,kendala tingginya debit air sungai sangat mempengaruhi kami dalam menyiapkan material timbunan ” jelas PPK 3.4,Endhy Aktony via telepon.

Menurut pantauan media ini dilapangan,sejumlah Truck bermuatan telah melakukan pengangkutan material timbunan,dilokasi putusnya jembatan juga dipasangi penanda untuk pengalihan sementara arus lalulintas,tampak sejumlah petugas dari PJN III dengan memakai rompi mengarahkan kendaraan yang melintasi jalur alternative.***

Penulis : Tim Portalsulawesi

Editor : Heru




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.