Beranda lipsus Kepala Kansilog Raha : Rusman Mendapat Info Hoax Kerjasama Jagung dengan Bulog

Kepala Kansilog Raha : Rusman Mendapat Info Hoax Kerjasama Jagung dengan Bulog

702
0
BERBAGI
Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Raha Sulamet di kantornya, Foto : La Ode Alim


Sultra-Muna, Portalsulawesi.com- Bulog Muna bantah pernyataan Bupati Muna LM Rusman Emba terkait kerjasama pembelian jagung kuning petani.

Rusman menuding dalam pembukaan Musrembang Kabupaten Muna selasa (26/3) lalu, bahwa Bulog tidak mau membeli harga jagung sesuai kesepakatan dan seakan lepas tangan dalam mengatasi pembelian panen jagung petani.

Kepala Bulog Muna Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Raha Sulamet mengatakan tidak pernah dikomunikasikan pembelian harga jagung kuning pada saat panen dan Bulog Muna tidak pernah melakukan lepas tangan dengan Pemda Muna terkait kerjasama jagung kuning.

Dia menjelaskan, Waktu panen jagung untuk dibeli, Bulog tidak dikomunikasikan, kita di Bulog Muna juga kaget dengan pernyataan LM Rusman Emba Bupati Muna, Bulog tidak mau beli jagung dengan harga Rp. 3.100 perkilogram melainkan dengan harga Rp. 2.600 perkilogram, itu tidak benar alias Hoax.

“Saat ini, kita harus cari tahu siapa orang yang memberitahukan ke Bupati Muna. Bulog tidak pernah membeli jagung yang difasilitasi Pemda Muna, mungkin pihak swasta lain yang membeli seharga Rp. 2.600 perkilogram,” katanya Sulamet kepada Portalsulawesi.com dikantornya, senin (6/5).

Baca juga :

Bupati Muna Sesalkan Kerjasama Pasar dengan Bulog

Dia menambahkan, Bulog tidak berani membeli kalau bukan harga dasar yang ditetapkan kantor, kita pingin tahu siapa yang membeli Rp. 2.600 perkilogram yang mengatasnamakan Bulog.

Saat ini Bulog lagi gencar membeli jagung dengan harga Rp. 3.150 sampai ditempat gudang laende dan sidodadi, akan tetapi biasanya petani mau enak, langsung ditempatnya, ungkapnya.

Sulamet menuturkan, Bisa kita beli ditempat petani dengan harga dipotong karung, buruh dan ongkos angkutnya dikisaran harga Rp. 2.800 perkilogram.

“Kita yang akan menanggung semua ongkos sampai digudang dengan kadar air 15 persen, Kalau masih tinggi, kita tidak berani untuk membeli, kita meminta kepetani untuk menjemur lagi jagungnya,” jelasnya.

Pada saat, ada jagung kuning panen, Bulog tidak tahun dimana tempatnya, harusnya pihak yang mengelolah jagung di Muna memberitahukan ke Bulog. Supaya bisa kita adakan koordinasi atau survey bahwa ada jagung panen dipetani yang harganya jatuh, sehingga kita bisa beli sesuai kesepakatan MoU, bebernya.

“Pada waktu itu kita ada kesepahaman harga mulai dari Rp. 3.100 sampai diatas KP dan sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan bulog,” pungkasnya.

Kriteria kualitas pembelian, misalnya kadar airnya 15 persen, jangan sampai waktu petani panen dengan kondisi pipil, itu tidak dijemur, langsung dimasukan kekarung, langsung disuruh beli Rp. 3.100, kita akan rugi, sebab kalau disimpan digudang kemungkinan rusak, terangnya.

Kantor pusat Bulog langsung menghubungi kami dengan kondisi jagung di Muna, kenapa dibiarkan keluar, langsung saya menjawab bahwa Bulog muna tidak pernah diberitahukan, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.